Rabu, 14 Desember 2016

Penyerangan Terhadap Anak di SDN 1 Sabu Barat

Pelaku langsung menuju ke bangku belakang di mana seorang anak bernama Naomi Oktavianipawali berada, pelaku pun menyerang Naomi dengan pisau miliknya.
Kejadian bermula saat proses belajar mengajar berlangsung sekitar pukul 08.47 Waktu Indonesia Tengah, seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam ruang kelas V SDN Sabu Barat sambil memegang pisau. Pelaku langsung menuju ke bangku belakang di mana seorang anak bernama Naomi Oktavianipawali berada, pelaku pun menyerang Naomi dengan pisau miliknya.

Setelah melukai Naomi pelaku melanjutkan serangan kesejumlah siswa lainnya di dalam kelas sehingga 7 anak terluka, siswa lainnya langsung berhamburan keluar kelas dan sontak kepanikan pun terjadi di sekitar SDN Sabu Barat. Korban dilarikan ke Puskesmas Sabu Barat untuk mendapatkan pertolongan, ke 7 anak yang menjadi korban mengalami luka tusuk dan luka gores di bagian leher dan bahu.

Sedangkan tersangka yang belum diketahui identitasnya langsung di tangkap oleh para guru dan warga setempat dan diamankan pihak Kepolisian sektor Sabu Barat, tidak lama pelaku di informasikan tewas diduga karena diamuk warga, sementara 6 teman pelaku yang melarikan diri masih dalam pengejaran pihak Kepolisian.

Selasa pagi pukul 08.47 WIT anak-anak kelas V di SDN Sabu Barat baru saja memulai proses belajar mengajar, tanpa diduga seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam ruang kelas sambil memegang pisau pelaku langsung menuju ke deretan bangku belakang dan mendekati seorang anak bernama Naomi Oktavianipawali dengan cepat pelaku langsung menyerang Maomi dengan pisau miliknya.

Setelah melukai Naomi pelaku melakukan serangan kesejumlah siswa lainnya di dalam kelas sehingga 7 anak terluka, siswa lainnya langsung berhamburan keluar kelas dan sontak kepanikan pun terjadi di sekitar SDN Satu Sabu Barat.

Korban dilarikan ke Puskesmas Sabu Barat untuk mendapatkan pertolongan, ke 7 anak  yang menjadi korban mengalami luka tusuk dan luka gores di bagian leher dan bahu. Kepanikan dan kekacauan di sekolah pagi itu membuat para guru dan anggota koramil di bawah pimpinan Danramil Mayor Infanteri Kutut Nesa yang kantornya tepat berdampingan dengan TKP langsung bergerak membekuk pelaku yang sempat menyandera beberapa siswa.

Dari tangan pelaku disita sebilah pisau, pelaku pun diamankan Tentara ke kantor Polsek Sabu Raijua.

Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung ikut berbela sungkawa dan mengecam keras aksi brutal yang mencederai pelajar Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Timur, Pramono langsung berkoordinasi dengan aparat Kepolisian di Sabu untuk menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain yang mendukung tindakan anarkis ini.

Pelaku penyerangan terhadap siswa-siswi kelas V SD Negeri Sabu Barat di ketahui bernama Irwansyah kelahiran 28 Oktober 1984, lelaki yang bekerja sebagai pedagang kain keliling ini berindikasi mengalami stres dan gangguan kejiwaan hingga saat ini Polisi memastikan pelaku hanya 1 orang.

Belum juga diketahui motif pelaku melakukan aksinya, pelaku sudah terlebih dahulu dihabisi beramai-ramai oleh masa yang geram dan emosi di Polsek Raijua, masa yang beringas menyerbu tahanan dan menganiaya pelaku hingga tewas, Polisi menyayangkan kasus main hakim sendiri masa ini.

"tentu kita sangat sayangkan sehingga tentu tindakan main hakim sendiri ini yang tidak perlu dilakukan oleh masyarakat, itu bisa diusut bisa dilakukan penyelidikan siapa penggeraknya apakah ada provokator masinya yang tersangka dalam keadaan meninggal dunia saat ini" ujar Irjen Boy Rafli Amar Kadiv Humas Mabes Polri

Pasca tragedi penyerangan siswa-siswi SD ini sempat terjadi pengrusakan terhadap sejumlah kios yang berada di sekitar Pelabuhan Seba, hingga kini suasana di kota Seba masih mencekam karena berhembus isu masih berkeliarannya sejumlah pelaku.

Namun konsentrasi masa sudah mulai berkurang, untuk mengantisipasi aksi anarkis lanjutan Polda NTT mengirimkan 100 lebih personil tambahan dari personil Brimob dan Polres Kupang serta tim DVI Polda NTT.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar